Materi IPS 9 Semester 2 BAB 4
BAB 4 KERJA SAMA
A.
Keragaman Lingkungan Alam
dan Masyarakat Dunia
1.
Kondisi Lingkungan Alam di
Dunia
2.
Persebaran Awal Manusia
Modern di Dunia
3.
Bentuk Keragaman Masyarakat
Dunia
B.
Perkembangan Kerja Sama
Dunia
1.
Awal Mula Terjadinya
Interaksi dan Kerja Sama Antarwilayah di Dunia
2.
Kerja Sama Internasional
3.
Bentuk-bentuk Kerja Sama
Internasional
4.
Profil Beberapa Lembaga
Kerja Sama Internasional
C.
Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan (Sustainable Development Goals)
1.
Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan
2.
Target Pembangunan
Berkelanjutan
Materi IPS 9 Semester 2 BAB 3
FILE DOCX YANG MUNGKIN DIPERLUKAN >>> 🔗 | ⏫
BAB 1 TANTANGAN PEMBANGUNAN INDONESIA
A.
Pembangunan di Indonesia
dari Masa ke Masa
B.
Tolok ukur Kemajuan
Pembangunan
C.
Potensi dan Tantangan
Indonesia Menjadi Negara Maju
BAB
2 KERJA SAMA
A.
Keragaman Lingkungan Alam
dan Masyarakat Dunia
B.
Perkembangan Kerja Sama Dunia
C.
Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan (Sustainable Development Goals)
Pertemuan
1
BAB 1 TANTANGAN PEMBANGUNAN INDONESIA
A.
Pembangunan di Indonesia
dari Masa ke Masa
1.
Pembangunan di Indonesia
pada Masa Orde Lama
2.
Pembangunan di Indonesia
pada Masa Orde Baru
3.
Pembangunan di Indonesia
pada Masa Reformasi
B.
Tolok ukur Kemajuan
Pembangunan
1.
Pertumbuhan Ekonomi
2.
Kualitas Kehidupan
3.
Pembangunan Ekonomi
4.
Masalah Terkait Manusia dan
Kemajuan Ekonomi
C.
Potensi dan Tantangan
Indonesia Menjadi Negara Maju
1.
Kekayaan Alam Indonesia
2.
Pengembangan Industri
Strategis di Indonesia
3.
Karakteristik Negara Maju
dan Upaya Indonesia menjadi Negara Maju di Dunia
Pertemuan 2
BAB 2 KERJA SAMA
A.
Keragaman Lingkungan Alam
dan Masyarakat Dunia
1.
Kondisi Lingkungan Alam di
Dunia
2.
Persebaran Awal Manusia
Modern di Dunia
3.
Bentuk Keragaman Masyarakat
Dunia
B.
Perkembangan Kerja Sama
Dunia
1.
Awal Mula Terjadinya
Interaksi dan Kerja Sama Antarwilayah di Dunia
2.
Kerja Sama Internasional
3.
Bentuk-bentuk Kerja Sama
Internasional
4.
Profil Beberapa Lembaga
Kerja Sama Internasional
C.
Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan (Sustainable Development Goals)
1.
Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan
2.
Target Pembangunan
Berkelanjutan
Pertemuan 3
A.
Pembangunan di Indonesia
dari Masa ke Masa
1.
Pembangunan di Indonesia
pada Masa Orde Lama
Orde Baru dalam sejarah politik
Indonesia merujuk pada masa pemerintahan Soekarno; Berlangsung dari tahun 1959
- 1966
a.
Profil Pemerintahan
®
Indonesia dipimpin oleh
Soekarno sebagai Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan.
®
Sistem Pemerintahan
dirombak setelah kemerdekaan dari sistem presidensial menjadi parlementer.
®
Berlangsung selama kurang
lebih 22 tahun, dari 1945-1966.
®
Pada masa ini terjadi
gejolak mempertahankan Irian Barat dari Belanda yang ingin merebutnya.
®
Pembangunan pada masa ini
dapat dihitung seperti sarana olahraga di kawasan senayan, Pabrik baja Krakatau
Stell, dan Bendungan Jatiluhur.
1)
Demokrasi Liberal
Di tahun ini, berlaku Undang-Undang
Republik Indonesia Serikat serta UUDS 1950 yang menganut sistem parlementer.
Di periode ini terjadi pergantian
perdana menteri sebanyak 7 kali, yaitu:
(a)
Kabinet Natsir (6 September
1950 – 21 Maret 1951)
(b)
Kabinet Sukirman (27 April
1951 – 3 April 1952)
(c)
Wilopo (April 1951 – Juni
1953)
(d)
Ali Sostroamidjojo I (Juli
1953 – Juli 1955)
(e)
Burhanudin Harahap (Agustus
1955 – Maret 1956)
(f)
Ali Sastroamidjojo II
(Maret 1956 – Maret 1957)
(g)
Djuanda (Maret 1957 – 1959)
Tugas
1 / Pertemuan 4
Cari tokoh penting dan program yang ada pada
tiap-tiap kabinet tersebut!.
(a)
Kabinet Natsir (6 September
1950 – 21 Maret 1951)
Tokoh: Mohammad Natsir sebagai perdana
menteri didukung Masyumi
Program: Perlunya diselenggarakan Pemilu
(Pemilihan Umum)
(b)
Kabinet Sukirman (27 April
1951 – 3 April 1952)
Tokoh: Sukiman Wiryosanjoyo sebagai
perdana menteri didukung Masyumi dan PNI
Program:
b.1
Penerapan tindakan tegas untuk menjaga keamanan dan ketertiban
b.2
Memperjuangkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat dengan memperbaharui hukum
agraria
b.3
Mempersiapkan segala usaha untuk Pemilu
b.4
Memperjuangkan Irian Barat sebagai bagian dari Indonesia
(c)
Wilopo (April 1951 – Juni
1953)
Tokoh: Mr. Wilopo sebagai pemimpin.
Kabinet ini disebut zaken kabinet karena para pakar di bidangnya
Program:
c.1 mempersiapkan dan menyelenggarakan kemakmuran,
pendidikan dan keamanan rakyat
c.2 berusaha menyelesaikan masalah irian barat,
memperbaiki hubungan dengan belanda, dan menjalankan politik luar negeri bebas
aktif.
(d)
Ali Sostroamidjojo I (Juli
1953 – Juli 1955)
Tokoh: Mr. Ali Sastroamidjojo sebagai
pemimpin didukung PNI dan NU
Program:
d.1
Mempersiapkan penyelenggaraan pemilu yang rencananya akan diadakan pada
pertengahan tahun 1955
d.2
Mengatasi gangguan keamanan dan konflik daerah
d.3
Melaksanakan politik luar negeri bebas aktif dan ikut berperan dalam
menciptakan perdamaian dunia
Kabinet ini berhasil menyelenggarakan
konferensi Asia-Afrika pada tahun 1955
(e)
Burhanudin Harahap (Agustus
1955 – Maret 1956)
Tokoh: Masyumi
sebagai pemimpin hasil dari pemilu pada tanggal 29 September 1955 yang memilih
257 anggota DPR. Dan pada Pemilu 15 Desember 1955 memilih 514 anggota
konstituante.
Program:
e.1
Memerintahkan polisi militer menangkap Mr. Djody Gondokusumo karena korupsi di
Dep. Kehakiman
e.2
melaksanakan pemilu secara baik, maksimal dan secepat mungkin
e.3
mengangkat kembali Jend. Nasution sebagai KSAD pada tanggal 28 Oktober 1955
(f)
Ali Sastroamidjojo II
(Maret 1956 – Maret 1957)
Tokoh: Ali Sastroamidjojo sebagai
pemimpin wujud dari koalisi PNI, Masyumi dan NU
Program: Program kerja kabinet ini
disebut rencana pembangunan lima tahun (repelita)
f.1
Pengembalian Irian Barat
f.2
Pembentukan daerah-daerah otonom dan pembentukan anggota DPRD
f.3
Mengusahakan perbaikan nasib buruh dan pegawai
f.4
Menyehatkan perimbangan keuangan negara
f.5
mewujudkan perubahan ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional berdasarkan
kepentingan rakyat
(g)
Djuanda (Maret 1957 – 1959)
Tokoh: Ir. Djuanda
dan 3 wakilnya, yaitu: Mr. Hardi, Idham Khalid dan dr Leimena. Kabinet ini
diberi nama Kabinet Karya
Program:
g.1 Membentuk Dewan Nasional
g.2 Normalisasi keadaan Republik
g.3 Melancarkan pelaksanaan pembatalan
KMB
g.4 Perjuangan Irian Barat
g.5 Mempergiat pembangunan
Pada masa kabinet ini pernah terjadi
percobaan pembunuhan terhadap Soekarno yang disebut Peristiwa Cikini. Kabinet
Djuanda berakhir setelah presiden Soekarno mengeluarkan dekrit presiden 5 Juli
1959.
Pertemuan
5
2)
Demokrasi Terpimpin (1959-1966)
Demokrasi Terpimpin disebut sesuai
dengan hasil Dekrit Presiden 1959, yang menyatakan bahwa semua sistem
pemerintahan dikendalikan presiden sepenuhnya.
Dekrit ini juga menyatakan kembali
kepada UUD 45 dan UUDS 1950 dinyatakan tidak berlaku lagi.
Pada masa ini, perkembangan Indonesia
terhambat karena banyak perbedaan ideologis. Parlemen ditata dengan membubarkan
parlemen lama. Satuan tentara dilibatkan. PKI masuk sebagai penyeimbang,
disayangkan, PKI membuat konflik dan pemberontakan pada 30 September 1965.
b. Proses Pembangunan
Semenjak meraih kemerdekaan, Indonesia
terus berupaya membangun proyek-proyek seperti: Kereta api, jalan, bandara,
bendungan, pembangkit listrik, dan sebagainya.
1)
Aspek pembangunan pada orde
lama
(a)
Kemerdekaan dan stabilisasi negara setelah diproklamirkan merdeka dari penjajah
Belanda.
(b)
perekonomian tergantung kepada pertanian, kemudian pemerintah mengembangkan
industri
(c) infrastruktur dan pendidikan. Infrastruktur
membangun jalan, pelabuhan dan bandara, serta program inventasi pendidikan.
(d) Politik luar negeri Indonesia aktif dengan
Gerakan Nonblok yang didirikan pada tahun 1961 oleh presiden Soekarno.
(e) sentralisasi pemerintahan, berpusat di
Jakarta. Hal ini mengarah kepada sentralisasi politik dan administrasi tingkat
nasional.
2)
Proses pembangunan
Perekonomian pada masa orde baru bisa
dikatakan suram karena kebijakan ekonomi masih berubah-rubah, dan kondisi
politik juga belum kondusif.
(a)
Ekonomi terpimpin (Guided economy) diadopsi dengan campuran elemen sosialis dan
kapitalis
(b)
Industri diusahakan terbangun seperti pertambangan, petrokimia, dan pabrik besi
dan baja
(c) program agraria untuk pertanian diterapkan. Redistribusi
tanah dialokasikan untuk petani miskin
(d) Pendidikan ditingkatkan terutama di
pedesaan.
(e) Infrastruktur; pembangunan bandar udara
djuanda, pembangunan jembatan ampera, dan pembangunan bendungan jatiluhur.
(f) Hubungan internasional
(g) Tantangan dan krisis terjadi pada masa ini.
Konflik politik dan ekonomi, krisis ekonomi 1957 dan perpecahan pada
pemerintahan.
Pertemuan
6
2.
Pembangunan di Indonesia
pada Masa Orde Baru
Orde baru berlangsung pada tahun
1966-1998. Pada masa Demokrasi Terpimpin, situasi politik tidak stabil, PKI
dalam pemerintahan memunculkan kekhawatiran. Kekuatan politik angkatan darat
tidak dapat dihindarkan. Gestapu 1665 meletus dan mendorong runtuhnya
pemerintahan Soekarno.
a.
Profil Pemerintahan
®
Sistem pemerintahan adalah
sistem presidensial, dengan bentuk pemerintahan republik dan UUD 1945 adalah
dasar konstitusi yang berlaku.
®
Visi utama menerapkan
Demokrasi Pancasila.
®
Presiden pada masa ini
yaitu Soeharto mempunyai gagasan melakuan indoktrinasi Pancasila pada
masyarakat dengan latar belakang komunisme pada masa orde lama sempat meluas.
b.
Wakil Presiden Orde Baru
Masa orde baru berlangsung selama 7
periode (1968 – 1998)
(a)
Sri Sultan Hamengkubuwono
IX (1973-1978)
(b)
Adam Malik (1978-1983)
(c)
Umar Wirahadikusumah
(1983-1988)
(d)
Soedharmono (1988-1993)
(e)
Try Sutrisno (1993-1998)
(f)
Bacharudin Jusuf Habibie
(1998)
Pada 21 Mei 1998, Soeharto mengumumkan
mengundurkan diri dari kursi presiden, dan menyerahkan jabatannya kepada BJ
Habibie.
BJ Habibie hanya menjabat 2 bulan
sebagai wakil presiden dan setelah itu menjadi presiden dengan masa jabatan
dari 21 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999.
Pertemuan 7
c.
Proses Pembangunan
Pola pembangunan nasional dituangkan
dalam GBHN (Garis-garis Besar Haluan Negara). Pola pembangunan dibagi menjadi
dua, yaitu pembangunan jangka pendek lima tahun dikenal dengan REPELITA
(Rencana Pembangunan Lima Tahun) dan pembangunan jangka panjang selama 25
tahun.
(1)
Program Jangka Pendek
Diawal kepemimpinan Soeharto, inflasi
mencapai 650 persen, berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok. Guna
mengatasi hal tersebut, Presiden Soeharto mencanangkan program rehabilitasi
perbaikan fisik alat produksi dan stabilitasi ekonomi untuk pengendalian
inflasi.
(2)
Program Jangka Panjang
2.a Repelita I (1 April 1969 – 31 Maret 1974)
Semasa Soeharto sebagai presiden, beliau
membentuk Kabinet Pembangunan setelah Kabinet Ampera berakhir. Kabinet Ampera
adalah kabinet yang dibentuk oleh Soekarno dan dijalankan pula oleh Soeharto.
Program yang dicanangkan oleh Kabinet
Ampera disebut Caturkarya Kabinet Ampera bertujuan memperbaiki kehidupan rakyat
terutama di bidang sandang dan pangan. Setelah Kabinet Ampera berakhir,
dibentuklah Kabinet Pembangunan. Periode pertama program kerja yang dicanangkan
disebut Repelita I.
2.b Repelita II (1 April 1974 – 31 Maret 1979)
Pada tahap kedua, prioritas pembangunan
adalah pertanian dan industri pengolah bahan mnetah menjadi bahan baku.
Adapun target utama pada Repelita II
adalah sebagai berikut:
1)
Tersedianya pangan dan
sandang yang cukup, bermutu baik dan terbeli oleh masyarakat umum.
2)
Tersedianya bahan-bahan
perumahan dan fasilitas lain yang diperlukan terutama untuk kepentingan rakyat
3)
Prasarana yang makin meluas
dan sempurna
4)
Kesejahteraan rakyat yang
lebih baik dan lebih merata
5)
Kesempatan kerja yang luas
Pertemuan 8
2.c Repelita III (1 April 1979 – 31 Maret 1984)
Pada Repelita III, pembangunan yang
dilakukan berlandaskan trilogi pembangunan yang ditekankan pada segi
pemerataan. Ada 8 Jalur pemerataan sebagai berikut:
1)
Pemerataan kebutuhan pokok
rakyat terutama sandang, pangan dan papan (perumahan).
2)
Pemerataan memperoleh
pendidikan dan pelayanan kesehatan
3)
Pemerataan pembagian
pendapatan
4)
Pemerataan kesempatan kerja
5)
Pemerataan kesempatan
berusaha
6)
Pemerataan kesempatan
partisipasi pembangunan khususnya bagi kaum muda dan kaum perempuan
7)
Pemerataan penyebaran
pembangunan di seluruh wilayah tanah air.
8)
Pemerataan memperoleh
keadilan.
2.d Repelita IV (1 April 1984 – 31 Maret 1989)
Pada Repelita IV ini, prioritas tetap
pada sektor pertanian mendorong swasembada pangan dan mendorong industri yang
menghasilkan mesin industri. Guna menunjang pembangunan industri, disusunlah
standar industri indonesia (SII).
Pada periode ini, industri logam besar
dan mesin yang berskala besar dikembangkan.
2.e Repelita V (1 April 1989 – 31 Maret 1994)
Pada periode ini, sektor pertanian makin
menangguhkan diri sebagai swasembada pangan. Tenaga kerja banyak terserap dan
mampu menciptakan mesin secara mandiri.
Fokus presiden pada usaha sektor
pertanian, yaitu sebagai berikut:
1)
Memantapkan swasembada
pangan
2)
Meningkatkan produksi
pertanian
3)
Menyerap tenaga kerja yang
ada
4)
Mampu menghasilkan
mesin-mesin sendiri
Pada
periode ini, kondisi ekonomi indonesia membaik dengan pertumbuhan mencapai 6,8
persen.
Pertemuan 9
2.f Repelita VI (1 April 1994 – 1998)
Pada periode ini, fokus pada sektor
ekonomi yang berkaitan dengan industri dan pertanian. Presiden Soeharto juga
meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya. Sayang, pada
tahun 1998 terjadi krisis moneter yang mengganggu perekonomian Indonesia.
(3)
Program lainnya
Selain trilogi pembangunan yang mencakup
stabilitas politik dan keamanan, pembangunan di segala aspek kehidupan, dan
pemerataan pembangunan beserta hasil-hasilnya. Ada pula program lain yang
dijalankan, yaitu:
3.a Keluarga Berencana (KB)
Program ini bertujuan untuk menekan
populasi, mengurangi penangguran. Keluarga diarahkan untuk membangun keluarga
kecil yang mementingkan kesehatan dan kualitas hidup.
3.b Transmigrasi
Program transmigrasi adalah program
pemindahan penduduk dari daerah padat ke daerah kosong dengan tawaran perbaikan
ekonomi. (dari Jawa ke Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan papua).
3.c Industrialisasi Pertanian
Untuk meningkatkan produksi pangan dan
mendorong perekonomian dijalankan 2 (dua) strategi yang dikenal luas, yaitu
ekstensifikasi dan intensifikasi.
Ekstensifikasi terkait program usaha
memperluas area pertanian dengan membuka lahan baru (berjalan seiring dengan
program transmigrasi).
Intensifikasi terkait program pertanian
dengan mengoptimalkan mekanisme pertanian dengan teknologi tepat guna.
3.d Pendidikan Dasar
Program pemerintah diusahakan untuk
membangun sebanyak mungkin sekolah. Beberapa kebijakan terkait hal ini adalah:
1)
Intruksi Presiden (Inpres)
pada program pembangunan sekolah dasar tahun 1973
2)
Pemberantasan buta huruf
dimulai pada tahun 1978
3)
Program Wajib Belajar
Pendidikan Dasar pata tahun 1984 dan Wajib Belajar 9 Tahun pada tahun 1994.
Pertemuan 10
Latihan
/ Evaluasi
1.
Dalam sejarah politik
Indonesia pada masa orde lama ada yang disebut Demokrasi Terpimpin. Jelaskan
secara singkat periode tersebut.
2.
Pada masa presiden Soekarno
dibentuk sebuah kabinet yang kemudian dijalankan pula pada masa Presiden
Soeharto. Sebutkan kabinet yang dimaksud dan jelaskan!
3.
Sebutkan 3 dari 7 nama
wakil presiden soeharto pada masa orde baru!
4.
Apa yang dimaksud dengan
transmigrasi? Jelaskan secara singkat!
5.
Apa yang anda ketahui
tentang strategi ekstensifikasi dan intensifikasi?
Selamat Mengerjakan.
Pertemuan 11
3.
Pembangunan di Indonesia
pada Masa Reformasi
Masa Reformasi dalam arti sempit
meliputi periode 1998 – 2004, yaitu sampai dengan pemilu presiden 2004. Dalam
arti luas, masa reformasi berlanjut hingga kini. Periode ini didirikan oleh
lingkungan sosial politik yang lebih terbuka.
a.
Profil Pemerintahan
®
Pemerintahan dikatakan
lebih demokratis.
®
Masyarakat bebas mendirikan
partai dan mengikuti pemilu dengan lebih efektif.
®
Kebebasan pers dibuka dan
setiap masyarakat bebas mengeluarkan pendapat atau opini.
®
Setelah presiden soeharto
lengser dan digantikan oleh BJ Habibie, beliau memberikan ruang bagi siapapun
untuk menyampaikan pendapat, baik dalam bentuk rapat umum, unjuk rasa atau
demonstrasi, dengan terlebih dahulu mendapatkan izin dari pihak kepolisian.
b.
Proses Pembangunan
Proses pembangunan pada masa reformasi
berlangsung melalui beberapa periode pemerintahan.
(1)
Pemerintahan Presiden B.J.
Habibie (21 Mei 1998 – Oktober 1999)
(2)
Pemerintahan Presiden KH.
Abdurrahman Wahid –Gusdur– ( 1999 – 23 Juli 2001)
(3)
Pemerintahan Presiden
Megawati Soekarnoputri (2001 – 2004)
(4)
Pemerintahan Soesilo
Bambang Yudhoyono (2004 – 2014)
(5)
Pemerintahan Joko Widodo
(2014–2024)
Pertemuan 12
Kebijakan-kebijakan pemerintah pada masa reformasi.
(1)
Pemerintahan Presiden B.J.
Habibie (21 Mei 1998 – Oktober 1999)
Keterbukaan pers di
Indonesia
Referendum bagi Timor Timur
untuk memilih tetap menjadi bagian Indonesia atau melepaskan diri. Hasilnya,
rakyat Timor Timur banyak yang memilih merdeka.
Kebijakan ekonomi. Pada
saat itu Indonesia mengalami hiperinflasi dan naiknya kurs dolar atas rupiah
mencapai Rp. 10.000 hingga Rp. 15.000.
BJ. Habibie berhasil
memperkecil kurs dolar atas rupiah menjadi Rp. 6.500,-
BJ. Habibie menerapkan
beberapa perubahan pada bidang politik, seperti:
ØMembentuk BPPN dan Unit Pengelola Aset Negara untuk
restrukturisasi dan rekapitulasi perbankan.
ØMelikuidasi beberapa bank bermasalah
ØMenaikan nilai ganti rupiah terhadap dolar dibawah Rp. 10.000,-
ØMembentuk lembaga pemantau dan penyelesaian persoalan utang luar
negeri
ØMengimplementasikan reformasi ekonomi yang diisyaratkan IMF (International
Monetary Fund)
ØMengesahkan undang-undang tentang larangan praktik monopoli dan
persaingan tidak sehat ( UU no. 5 tahun 1999)
ØMengesahkan undang-undang tentang perlindungan konsumen (UU no.
8 tahun 1999)
BJ. Habibie sebagai peletak
dasar demokrasi Indonesia
Pasca kepresidenan, BJ.
Habibie lebih banyak berada di Jerman daripada di Indonesia. Pada masa
pemerintahan SBY, BJ. Habibie kembali aktif menjadi penasehat presiden mengawal
demokratisasi melalui Habibie Center.
Pertemuan 13
(2)
Pemerintahan Presiden KH.
Abdurrahman Wahid –Gusdur– ( 1999 – 23 Juli 2001)
Pertama
ØTim ekonomi Gusdur menolak resep IMF dan Bank Dunia untuk
melakukan pengetatan anggaran (austerity policy)
ØTim ekonomi Gusdur menawarkan program growth story
(strategi pertumbuhan).
ØAkibat growth story ekspor meningkat 60% dari Rp. 390 Triliun di
tahun 1999 menjadi Rp. 624 triliun di tahun 2001.
ØNeraca perdagangan selalu surplus di era ini, Rp. 76 Triliun
(1999) Rp. 119 Triliun (2000) dan Rp. 120 Triliun (2001)
ØSektor properti dibangkitkan pasca kehancurannya di tahun 1998.
Kedua
ØTim Ekonomi Gusdur piawai dalam melakukan optimum debt
management. Contohnya seperti teknik debt to nature swap yaitu menukar
utang kita dengan kewajiban pelestarian hutan, dilakukan pada masa ini.
ØPada era Gusdur, Indonesia banyak mendapatkan dana hibah yang
nilainya besar, sehingga utang indonesia semakin berkurang.
Ketiga
ØTim ekonomi Gusdur sukses menjaga harga beras tetap stabil di
level rendah sehingga daya beli masyarakat terjaga. Kesejahteraan petani di
pedesaan juga terjaga karena melakukan pembelian gabah.
(3)
Pemerintahan Presiden
Megawati Soekarnoputri (2001 – 2004)
Kebijakan-kebijakan:
ØMeminta penundaan pembayaran utang sebesar US$ 5,8 miliar.
ØMengalokasikan pembayaran utang luar negeri sebear Rp. 116.3
Triliun
ØKebijakan privatisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
(4)
Pemerintahan Soesilo
Bambang Yudhoyono (2004 – 2014)
Kebijakan-kebijakan:
ØMengurangi subsidi bahan bakar minyak
ØMenyelenggarakan BLT (Bantuan Langsung Tunai)
ØPengurangan Utang Luar Negeri
ØPembentukan Sekretariat Gabungan (Setgab)
(5)
Pemerintahan Joko Widodo
(2014–2024)
-belum termasuk pelajaran pada mapel IPS
9 tahun ini-
Pertemuan 14
c.
Kehidupan Masyarakat pada Masa
Reformasi
(1)
Kehidupan Sosial
Pada awal masa
reformasi, di tengah-tengah masyarakat
sempat terjadi konflik yang bersifat etnis, namun pemerintah dapat mengatasinya
dan berangsur-angsur kondusif.
Pada masa reformasi,
masyarakat lebih bebas menyuarakan aspirasi.
(2)
Kehidupan Pendidikan
Pemerintah menjalankan
amanat UUD 1945 dengan memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya
20% dari APBN (Anggaran Pendapatan Belanda Negara)
Mengubah sistem pendidikan
Indonesia menjadi sektor pembangunan yang didesentralisasikan (UU No. 22 Tahun
1999)
Pendidikan didefinisikan
ulang dengan UU No. 20 Tahun 2003 yang menggantikan UU No. 2 Tahun 1989.
Perubahan kurikulum
berkali-kali berubah, yaitu:
ØKurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)
ØKurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
ØKurikulum 2013 (Kurtilas)
(3)
Kebudayaan
Dalam upaya melestarikan
kebudayaan, Indonesia mendaftarkan warisan budaya ke UNESCO (United Nations
Educational, Scientific, and Cultural Oranization).
Beberapa warisan budaya
mendapatkan pengakuan internasional melalui UNESCO, yaitu:
ØBorobudur (1991) dan Situs Prasejarah Sangiran (1996)
ØWarisan budaya tak benda antara lain: Wayang (2003), keris
(2005), Batik (2009), Angklung (2010), Tari Saman (2011), dan Noken (2012)
Pertemuan 15
B.
Tolok ukur Kemajuan
Pembangunan
Pembangunan adalah proses perubahan yang
mencakup seluruh sistem sosial seperti politik, ekonomi, infrastruktur,
pertahanan, pendidikan dan teknologi, kelembagaan dan budaya.
1.
Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan
jumlah produksi barang dan jasa pada periode tertentu.
Pertumbuhan ekonomi ditandai dengan ciri
berupa bertambahnya produksi barang dan jasa, bertambahnya output perkapita,
dan perubahan pada struktur ekonomi.
a.1 Indikator pertumbuhan ekonomi
Dalam mengukur pertumbuhan ekonomi,
dapat digunakan GDP (Gross Domestic Product) dan GNP (Gross National
Product). GDP untuk menghitung produksi atau pendapatan semua warga baik
warga asli ataupun warga asing. Sedangkan GNP hanya menghitung produksi atau
pendapatan warga asli saja.
a.2 Umumnya, GDP
digunakan oleh negara-negara berkembang dan GNP digunakan oleh negara-negara
maju, hal ini sebagaimana pernyataan:
GDP lebih besar dari GNP,
dapat dipastikan suatu negara masih berkembang, karena masih menerima modal
dari luar negeri.
GNP lebih besar dari GDP,
dapat dipastikan suatu negara dalam tahap maju, karena mampu menanamkan modal
di negara tetangga.
GDP (Gross Domestic
Product) dalam bahasa indonesia dikatakan PDB (Produk Domestik Bruto) dan GNP
(Gross National Product) dikatakan PNB (Produk Nasional Bruto)
a.3 cara menghitung
pertumbuhan ekonomi
PDBt = PDB Tahun t (terhitung)
PDBt-1 = PDB tahun sebelumya
*) t=tahun sekarang atau tahun yang
dicari nilainya.
Contoh:
Pertemuan 16
a.4 Faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan ekonomi
Sumber Daya Manusia (SDM);
Apabila kualitas SDM baik, maka akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.
Sebaliknya jika SDM menurun, maka pengangguran melonjak bahkan mendorong kepada
kebangkrutan bisnis.
Sumber Daya Alam (SDA); SDA
yang banyak akan mengundang permintaan negara lain, hal ini mendorong kegiatan
ekspor.
Kemajuan IPTEK;
perkembangan teknologi dan pendidikan akan berpengaruh terhadap efisiensi
produksi dan distribusi, terutama bagi pebisnis atau pengusaha yang memiliki
perusahaan.
2.
Kualitas Kehidupan
Indikator kualitas kehidupan adalah
pendapatan, perumahan, lingkungan, stabilitas sosial, kesehatan, pendidikan,
dan kesempatan kerja.
1).
Kesehatan
Kesehatan menjadi salah satu tolok ukur
kualitas kependudukan.
Solusi pelaksanaan program kesehatan
yang berjalan diantaranya sebagai berikut:
Kampanye pola hidup bersih
dan pola hidup sehat
Memberikan bimbingan dan
pendampingan posyandu, imunisasi terhadap ibu hamil, bayi dan balita.
Asuransi Kesehatan BPJS,
KIS dan JKN
Pengiriman dokter dan
tenaga kesehatan di seluruh Indonesia
Peningkatan program untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas
teanga kesehatan di seluruh Indonesia.
2).
Pendidikan
Membangun gedung-gedung
sekolah baru di pelosok-pelosok agar tidak terjadi ketimpangan diantara kota
dan pelosok.
Program pengiriman
guru-guru ke pelosok-pelosok
Program afirmasi dimana
putra-putri diberikan kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan terbaik
Pemberian beasiswa bagi
siswa berprestasi dan kurang mampu.
3).
Pendapatan
Ketimpangan pendapatan yang
masih rentan.
Pendapatan perkapita
penduduk Indonesia perlu ditingkatkan.
Pertemuan 17
3.
Pembangunan Ekonomi
1)
Indikator pertumbuhan
ekonomi
3 indikator penting untuk mengukur
keberhasilan pembangunan ekonomi, yaitu: (1) indikator moneter (2) indikator
nonmoneter, (3) indikator campuran.
1.1
Indikator moneter
Indikator moneter pada pembangunan dapat
dilihat dari pendapatan perkapita. Cara penghitungannya adalah membagi jumlah
pendapatan nasional dengan jumlah penduduk di negara tersebut.
1.2
Indikator nonmoneter
Angka harapan hidup; tolok
ukur pemerintah dalam program kesehatan dan kecukupan gizi.
Angka kematian bayi; yaitu
jumlah bayi meninggal sebelum mencapai umur 1 tahun per 1000 kelahiran hidup
pada tahun tertentu.
Angka melek huruf; tolok
ukur keberhasilan sistem pendidikan sudah berjalan efektif.
1.3
Indikator campuran
Survei Sosial Ekonomi
Nasional Inti (SUSENAS INTI), yaitu survei tahunan yang diselenggarakan oleh
BPS (Badan Pusat Statistik). Data yang dikumpulkan antara lain, Tingkat
Pendidikan, Kesehatan, perumahan, angkatan kerja, keluarga berencana,
kriminalitas, perjalanan wisata, dan akses ke media masa.
Indek Pembangunan Manusia
(IPM), yaitu data yang menjelaskan bahwa penduduk dapat mengakses hasil
pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan dan pendidikan. IPM dibentuk
dari 3 dimensi dasar, yaitu: (1) usia, (2) pengetahuan, (3) standar kelayakan
hidup.
2)
Faktor yang memengaruhi
pembangunan ekonomi
2.1
Sumber daya manusia
2.2
Sumber daya alam
2.3
Ilmu pengetahuan dan teknologi
Pertemuan 18
4.
Masalah Terkait Manusia dan
Kemajuan Ekonomi
Masalah-masalah kependudukan di
Indonesia, antara lain:
a. Demografis
1) Besarnya jumlah penduduk (over population)
2) Tingginya tingkat pertumbuhan penduduk
3) Persebaran penduduk yang tidak merata
b. Nondemografis
1) Tingkat kesehatan
penduduk yang rendah, diantaranya:
§ Malnutrisi
§ Infeksi menular
§ Kesehatan ibu dan anak
§ Polusi udara dan lingkungan
§ Akses terhadap pelayanan kesehatan
§ Penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan kanker
yang banyak terjadi di masyarakat.
§ Tingginya disparitas status kesehatan, yaitu perbedaan atau
jarak status kesehatan antartingkat sosial dan ekonomi ataupun antarkawasan
yang masih tinggi.
§ Beban ganda penyakit
2) Pendidikan yang rendah
3) Kemiskinan
Pertemuan 19
C.
Potensi dan Tantangan
Indonesia Menjadi Negara Maju
1.
Kekayaan Alam Indonesia
a.
Sumber daya alam
kemaritiman
1).
Perikanan
2).
Hutan mangrove
3).
Terumbu karang
b.
Sumber daya alam kehutanan
dan pertanian
1).
Pertanian, baik tegalan,
ladang, maupun sawah
2).
kehutanan
c.
Sumber daya alam tambang
1).
Tambang golongan A: Minyak
bumi, gas alam, batu bara, nikel, dan timah putih.
2).
Tambang golongan B: Emas,
perak, platina, intan, belerang, dan besi.
2.
Pengembangan Industri
Strategis di Indonesia
a.
Jenis Industri Strategis
1).
Industri pertahanan,
peralatan militer dan perlengkapan keamanan nasional
2).
Industri energi, baik
konvensional seperti minyak dan gas, maupun energi terbarukan seperti tenaga
surya dan angin.
3).
Industri teknologi
informasi dan komunikasi, perangkat lunak dan perangkat keras.
4).
Industri manufaktur,
seperti logam, bahan kimia dan bahan bangunan.
5).
Industri ruang angkasa,
terkait satelit, roket dan penerbangan ruang angkasa
6).
Industri bioteknologi dan
kesehatan
7).
Industri pertambangan dan
bahan galian
8).
Industri transportasi
seperti, pesawat, kapal, kendaraan darat yang mendukung mobilitas dan
konektivitas.
Pertemuan
20
b.
Perusahaan BUMN dan
kontribusinya
1).
PT Pertamina (Persero)
2).
PT PLN (Persero)
3).
PT Telkom Indonesia
(Persero) Tbk
4).
PT Bank Mandiri (Persero)
Tbk
5).
PT Krakatau Steel (Persero)
Tbk
6).
PT Garuda Indonesia (Persero)
7).
PT Perusahaan Gas Negara (Persero)
Tbk
8).
PT Indonesia Asahan
Alumunium (Persero)
9).
PT Wijaya Karya (Persero)
Tbk
10). PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
3.
Karakteristik Negara Maju
dan Upaya Indonesia menjadi Negara Maju di Dunia
a.
Karakteristik negara maju
1).
Memiliki pendapatan
perkapita tinggi
2).
Keamanan terjamin
3).
Fasilitas kesehatan memadai
4).
Tingkat pengangguran rendah
bahkan tidak ada.
5).
Menguasai sains dan
teknologi
6).
Tingkat ekspor lebih tinggi
daripada impor
b.
Upaya indonesia menjadi
negara maju
1).
Peningkatan kualitas dan
akses pendidikan
2).
Peningkatan pendapatan
perkapita
3).
Penguasaan iptek
Pertemuan
21
Latihan
/ Evaluasi
1.
Apa pengertian Pembangunan?
2.
Sebutkan 3 faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan ekonomi!
3.
Sebutkan karakteristik
Negara maju!
4.
Sebutkan 4 sumber daya
tambah golongan A, yang kamu ketahui!
5.
Sebutkan 3 kekayaan alam
yang dimiliki Indonesia!
Postingan Populer
Cari Blog Ini
Arsip Blog
-
►
2024
(11)
- ► September 2024 (7)
- ► November 2024 (4)
-
►
2025
(52)
- ► Januari 2025 (5)
- ► September 2025 (4)
- ► Oktober 2025 (27)
- ► November 2025 (9)
Mengenai Saya
Materi IPS 7 Semester 2 BAB 4
Belum ada....






